Sign in

an ENFP and wondrous soul. I’d love to connect with new people and sharing some stories. Find me on Instagram! (@mariohartanto)

17 Juli 2021 kemarin menandai resmi berakhirnya beban pikiran akademik ditandai dengan keluarnya semua hasil pencapaian satu semester ini. Kalau boleh jujur, dari empat semester yang saya lalui baru kali semester ini gue merasakan bagaimana edukasi yang baik itu berjalan: bacaan menarik, semakin lebarnya ruang diskusi di kelas, dan bagaimana menuangkan pemikiran dalam tulisan analisa. Terlepas nilai di atas kertas, banyak hal yang saya dapatkan baik secara akademikal dan pandangan bagaimana saya melihat dunia:

Dari dulu gue merupakan tipikal orang yang mempercayai bahwa ‘semua orang memiliki titik mulai yang sama’, bahwa yang membedakan orang dalam meraih kesuksesan…


(Disclaimer: Spoiler Alert)

Sekarang pukul 12.24 tengah malam dan beberapa menit lalu gue baru saja selesai menonton film “Soul”. Berbekal akun Disney+ di rumah kakak gue serta waktu luang akhirnya gue bisa menikmati film yang ‘katanya’ penuh haru biru. Nggak bisa dipungkiri kalau film ini pada akhirnya meninggalkan kesan cukup membekas bagi gue pribadi.

Film ini bercerita tentang Joe, seorang guru musik yang melalui rutinitas itu-itu saja: mengajar musik setiap hari, meladeni basa-basi tidak penting dari keluarganya, dan keseharian yang terus berulang. Akan tetapi satu hal yang selalu menjadi passion-nya: Jazz dan bermusik. Layaknya manusia biasa, ia bermimpi untuk bisa…


I used to be the guy who write A LOT on daily basis. Either in my journal channeling my emotion, live report for my intern, free writing for my own fun, academical writing for my own grade (i have school, duh!) , until press coverage for my school. I love writing because it makes me feel like i can make something that entirely based up on me, and if it pinned deeper: it gives me sense of freedom.

I’m the guy who rants a lot when interacting and my mind scattered all over the place. But writing made my mind…


Loving someone is… weird. One minute you know nothing about this person and the next day you’ve crossed your path with her then BOOM you seems to interest already. Next thing you know you’ve engaged in several activities with her such as watching movies, going a date, gmeet calls, silly text and BOOM your interest grows to something beyond. Not to mention that if you see things objectively, the things she said it’s just mundane stuffs: nothing special. But her sparking eyes and her laughing smile makes it so.

Loving someone is….. weird. First you got the nerve to reaching…


Tema hari ke-25 ini cukup unik dan sekaligus menjadi tamparan buat gue pribadi: something inspired of the 11th image on your phone. Pasalnya, baru beberapa hari lalu gue mengalami kejadian yang luar biasa apes-nya, semua foto di gawai pribadi hilang semua.

Tadinya galeri ini dipenuhi oleh ribuan foto :(

Sebagai orang yang cukup menomorsatukan mengabadikan momen melalui foto, kejadian ini cukup menyakitkan bagi gue. Memang beberapa foto masih ada back-up (terima kasih Google Photos), tetapi sebagian besar benar benar. Hilang. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah memory card gawai gue yang kena virus dan terpaksa harus di-format ulang. …


Jika ada satu pelajaran penting yang dapat gue petik dari selama kurang lebih dua tahun menempuh pendidikan di institusi Sosial dan Politik, barangkali adalah ini: Tidak semua orang mempunyai titik mulai yang sama, setiap individu memiliki privilesenya tersendiri baik disadari maupun tidak.

((Sebagai disclaimer: rentetan tulisan kedepan murni berdasarkan pandangan gue semata dan bebas untuk diinterpretasi maupun diargumentasikan kembali.))

Dahuu gue memiliki keyakinan yang utopis terhadap dunia: bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama dan bebas menjadi apa yang mereka cita-citakan. Mario yang dulu barangkali akan berpikir bahwa satu-satunya kunci untuk mencapai kesuksesan adalah melalui proses yang dinamakan ‘kerja keras’…


Kalau ditanya kapan gue pertama kali “cinta” (dalam konteks ‘tertarik’ kali ya karena cinta monyet kan sd) itu gue alamin saat SD kelas 4. As disclaimer kayaknya tulisan yang gue buat di sesi ini akan se-mentah-mentahnya so here we goOO!

Jadi ini bermula waktu kelas 4 SD gue ada di kelas baru dan wali kelas gue saat itu merupakan orang yang ingin anak-anaknya berkembang dan nggak main sama itu-itu aja (ternyata tendensi untuk berada di zona nyaman memang dari kecil, ya!). Akhirnya singkat cerita ia membuat denah tempat duduk yang diputar setiap minggunya dengan urutan laki-laki dan perempuan dalam satu…


Cinta adalah kata aneh bagiku. Membahasnya adalah hal yang canggung, dalam, bahagia, ajaib, dan seribu satu kata lainnya yang mendeskripsikan cinta. Sebagai awal, menurutku kata cinta sendiri adalah sesuatu yang jarang gue ucapkan secara literal dalam kehidupan sehari-hari. Dalam percakapan sehari-hari aku dengan mudah menyebutkan “Love you” kepada orang sekitar sebagai pemanis atau pemecah suasana saat percakapan saja. Tetapi ketika merujuk pada kata ‘cinta’ dalam Bahasa Indonesia sendiri, hal itu menjadi sakral dan memiliki hal fundamental tersendiri bagi gue. Untuk menyukai atau sekedar tertarik itu adalah satu hal, tetapi untuk mencintai itu adalah hal lainnya yang lebih dalam.

Cinta adalah…


Mario Hartanto

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store